Sejarah Perkembangan Agen Pengurang Air
Pada tahun 1930-an, ditemukan bahwa pencampuran limbah cair pulp sulfit ke dalam beton dapat meningkatkan kemampuan kerja campuran, dan kekuatan serta daya tahan beton juga dapat ditingkatkan. Pada tahun 1935, seorang Amerika pertama kali mengembangkan pereduksi air dengan lignosulfonat sebagai komponen utama. Pada tahun 1962, Jepang pertama kali mengembangkan pereduksi air dengan garam natrium kondensat formaldehida asam β-naftalena sulfonat sebagai komponen utama, disebut sebagai pereduksi air naftalena. Jenis agen pereduksi air ini memiliki karakteristik laju reduksi air yang tinggi dan cocok untuk menyiapkan beton dengan kekuatan tinggi. Pada akhir tahun 1970-an, banyak orang meningkatkan agen pereduksi air berbasis lignin dan mengembangkan superplasticizer lignosulfonat yang dimodifikasi. Pada awal tahun 1990-an, Amerika Serikat pertama kali mengusulkan konsep beton kinerja tinggi (HPC), yang mengharuskan beton memiliki kekuatan tinggi, fluiditas tinggi, dan daya tahan tinggi.










