Bahan Kimia Pengolahan Air

Saat ini, permintaan air minum terus meningkat, karena memenuhi kebutuhan manusia dan mendukung kegiatan industri. Dengan meningkatnya urbanisasi dan pembangunan ekonomi, pasokan air saat ini tidak mungkin memenuhi permintaan yang terus meningkat. Oleh karena itu, industri kimia menggunakan metode pengolahan air yang inovatif untuk membuat air dapat diterima untuk penggunaan akhir. Seperti minum, memasak, irigasi, dan keperluan industri untuk menyebutkan beberapa di antaranya. Metode pengolahan air menggunakan empat proses dasar, yang meliputi pengolahan air boiler, pengolahan air pendingin, pemurnian air, dan pengolahan limbah. Zat-zat yang dihilangkan selama proses pengolahan air adalah padatan tersuspensi, virus, jamur, bakteri, alga, dan mineral. Proses ini mencakup metode fisik dan kimia. Bahan kimia yang digunakan dalam proses ini disebut bahan kimia pengolahan air.


Tahapan Pengolahan Air
•Pembekuan
Koagulasi sering kali merupakan langkah pertama dalam pengolahan air. Selama koagulasi, bahan kimia bermuatan positif ditambahkan ke dalam air. Muatan positif menetralkan muatan negatif dari kotoran dan partikel terlarut lainnya dalam air. Ketika ini terjadi, partikel-partikel tersebut berikatan dengan bahan kimia untuk membentuk partikel yang sedikit lebih besar. Bahan kimia umum yang digunakan dalam langkah ini meliputi jenis garam tertentu, aluminium, atau besi.
•Flokulasi
Flokulasi mengikuti langkah koagulasi. Flokulasi adalah pencampuran air secara perlahan untuk membentuk partikel yang lebih besar dan lebih berat yang disebut flok. Sering kali, pabrik pengolahan air akan menambahkan bahan kimia tambahan selama langkah ini untuk membantu pembentukan flok.
•Pengendapan
Sedimentasi merupakan salah satu langkah yang digunakan instalasi pengolahan air untuk memisahkan padatan dari air. Selama sedimentasi, gumpalan akan mengendap di dasar air karena lebih berat daripada air.
•Penyaringan
Setelah gumpalan mengendap di dasar air, air bening di atas disaring untuk memisahkan padatan tambahan dari air. Selama penyaringan, air bening melewati filter yang memiliki ukuran pori berbeda dan terbuat dari bahan berbeda (seperti pasir, kerikil, dan arang). Filter ini menghilangkan partikel terlarut dan kuman, seperti debu, bahan kimia, parasit, bakteri, dan virus. Filter karbon aktif juga menghilangkan bau tak sedap.











